
KAta OraNg TerLAlu Nge FAns Gk boleh yach...
Tapi gimana donK... udah terLanjur seneng saMa pria Yang satu ini...{ ChoKy SiToHang } \
WAniTa mana siCh yang Gk Tertarik dengan Pria Yang Satu ini...
Smart, Cakep, keren, penyayang.,,Wuuuaah..idaman Wanita mana aja nich..
Mo tahu apa aja teNtang Pria yang satu ini....Nich..dia
BaCa Yach...............................!!!!!!!!!!!!
Choky Sitohang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Choky Sitohang
Nama lahir Choky Sitohang
Lahir 10 Juli 1982 (umur 26)
Bandung, Indonesia
Pekerjaan presenter, aktor
Tahun aktif 2002 - sekarang
Orang tua Poltak Sitohang
Diana Napitupulu
Choky Sitohang (lahir di Bandung, 10 Juli 1982; umur 26 tahun) adalah aktor dan presenter televisi. Ia dikenal luas sebagai presenter acara olah raga dan musik, selain itu ia pernah bermain dalam film Sang Dewi pada tahun 2007.
Choky mengawali karirnya sebagai pembaca berita (sekaligus reporter/jurnalis) di sebuah stasiun televisi swasta di tahun 2002. Tiga tahun kemudian, pada pertengahan tahun 2005, Choky lolos kasting program reality show Cepetan Dong.
Namun, baru 7 episode, Choky harus berhenti lantaran harus menempuh perawatan medis karena mengidap liver hepatitis A. Enam bulan kemudian, Choky memulai lagi dari nol untuk meniti karir presenternya. JakTV mempercayainya untuk membawakan acara My World. Karirnya mulai menanjak usai membawakan acara Good Morning on The Weekend bersama Ferdy Hassan.
Nama Choky melejit setelah membawakan ajang EURO 2008. Sebenarnya Euro 2008, bukanlah acara olahraga pertama yang dipandunya, sebelumnya ada La Liga (Spanyol), FA Cup, dan Liga Italia. Acara-acara yang pernah dipandu Choky antara lain Dahsyat (RCTI), Stardut 2 (Indosiar), Hits Music (RCTI), Sing A Song, serta beberapa acara penghargaan seperti Indonesian Movie Award 2008 dan Puteri Indonesia 2008
ChoKy Juga pria yang Unik Lho..
Klik Alamat Web ini http://www.seleb.tv/content/view/12906/2/
Pinter Nyanyi juga....
Impian Choky Terwujud
Meristica
INILAH.COM, Jakarta - Karirnya sebagai presenter terbilang sukses. Namun perjuangannya untuk mendapatkan itu semua tidaklah mudah. Apalagi kondisi keluarga Choky yang sederhana membuat Choky hanya bisa menikmati pendidikan secara formal saja.
Tapi kesederhanaan itu tidak membuat Choky bersedih dan putus asa, berbagai cara dia cari untuk bisa mendapat apa yang diinginkannya.
Kursus bahasa Inggris saja Choky tidak mempunya kesempatan padahal sejak kelas 3 SD dirinya sudah menyukai pelajaran itu. Untunglah keluarga besarnya banyak yang menikah dengan bule sehingga dirinya bisa belajar dengan mereka.
"Banyaknya keluarga yang nikah dengan bule mau nggak mau aku harus belajar bahasa Inggris dan itu juga salah satunya yang memotivasi aku untuk belajar meski orangtua nggak bisa kasih aku les karena memang nggak mampu"� ungkap Choky di acara Make English Part Of Your Life.
Banyak keberuntungan yang dimiliki presenter kondang ini, meski tidak bisa menikmati kelas kursus bahasa Inggris seperti teman-teman lainnya tapi Choky yang hobi membaca ini bisa mempraktekkannya bahasa Inggris dengan orangtua temannya.
Banyak kan teman-teman aku yang orangtuanya dokterlah, sarjana apalah yang baru pulang dari luar, justru aku belajar dari mereka, aku ngobrol aja sama mereka dan hasilnya benar-benar aku nikmatin sekarang, meski nggak pernah mengecap bangku non formal, yang penting pede aja untuk ngobrol dan mengeluarkan bahasa Inggris dengan orang"� ujar Choky.
Meski sudah merasa sukses, tapi ternyata dia masih punya impian yang belum terwujud. Menjadi public speaker dan mengajarkan bahasa Inggris pada adiknya yang mengalami down syndrome.
"Aku bersyukur EF megajak aku untuk ikut kursus dikelas dan nantinya aku jadi public speaker untuk anak muda itu mimpi aku dan satu lagi aku pengen ngajarin adik-adikku bahasa Inggris karena mereka juga suka, terutama aku ingin ajarin Citra, adik aku yang ngalamin down syndrome karena dia untuk bicara aja susah".[L7]
Choky Sitohang- Sayang Mama
Category Article : Mosaic»Artis dan Tokoh
Choky Sitohang (25), yang akrab disapa Choky sangat mensyukuri kesibukan yang tengah dilakoninya. Mengawali karier sebagai wartawan lepas, kini ia menjadi orang yang punya aktivitas padat setiap minggunya. Namun hal itu tidak lantas membuatnya lupa akan berkat Tuhan. Sehingga, ia menetapkan hari Minggu sebagai hari libur. “Kalau pun kerja, aku melakukannya sebagai suatu pelayanan,” ujarnya mantap. Tidak heran hari Minggu menjadi hari spesial buatnya. Hal ini disebabkan jarak Jakarta-Bandung rutin dilaluinya setiap akhir pekan.
Pasalnya? Rupanya, domisili sang Bunda tercinta masih di Kota Kembang. Choky akhirnya menekuni rute itu sebagai bagian dari ritual mengunjungi sang Mama. Ia tidak ingin mengulang pengalaman pahit ketika ditinggal sang ayah tercinta. “Saya punya pengalaman tidak enak untuk menunda-nunda mengatakan sayang sama orangtua. Itu karena kemalasan saya menelepon mereka. Akhirnya, saya gak sempat bicara sama bapak yang kemudian dipanggil Tuhan,” cerita pembawa acara Sing A Song itu. Sekarang komunikasi mama dan anak semakin intensif. Rupanya, biaya pulsa yang tidak semahal dulu jadi pilihan. “Sekarang saya mengutamakan komunikasi sama mama. Bahkan hampir setiap hari kami saling mengirim ayat firman Tuhan.” (Gro)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar